70 Personel Basarnas Dikerahkan Cari Pendaki Hilang di Slamet
Upaya pencarian terhadap seorang pendaki muda yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet kembali dilanjutkan dengan pengerahan personel dalam jumlah besar. Sebanyak 70 personel gabungan dari tim pencarian dan penyelamatan serta relawan dikerahkan untuk menyisir berbagai titik rawan di kawasan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Operasi ini dipimpin oleh Basarnas Semarang, yang sejak awal menerima laporan hilangnya pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan. Pendaki berusia 18 tahun itu diketahui belum kembali sejak melakukan pendakian bersama rekannya, sehingga memicu operasi SAR skala besar yang melibatkan berbagai unsur.
Personel Disaring Demi Keselamatan
Staf Basarnas Semarang, Handika Hengki, menjelaskan bahwa minat relawan untuk terlibat dalam pencarian sebenarnya cukup tinggi. Lebih dari seratus orang sempat menyatakan kesiapan untuk ikut serta. Namun, setelah dilakukan evaluasi risiko, jumlah personel yang diterjunkan dibatasi menjadi 70 orang.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan efektivitas pencarian. Basarnas memprioritaskan personel serta relawan yang memiliki kualifikasi teknis, pengalaman lapangan, dan kondisi fisik yang memadai. Langkah ini dinilai penting mengingat medan Gunung Slamet dikenal ekstrem, dengan jalur yang panjang, cuaca yang mudah berubah, serta vegetasi yang cukup rapat.
Dibagi dalam Beberapa Tim Pencari
Dalam pelaksanaan operasi, 70 personel tersebut dibagi ke dalam empat tim utama. Masing-masing tim memiliki tugas dan wilayah pencarian yang berbeda agar penyisiran dapat dilakukan secara menyeluruh. Strategi ini diterapkan untuk memaksimalkan peluang menemukan korban sekaligus meminimalkan risiko terhadap tim penyelamat.
Tim pencarian memulai pergerakan dari basecamp pada pagi hari dan bergerak secara bertahap menuju pos-pos pendakian. Sebagian personel diarahkan untuk menyusuri jalur utama, sementara tim lainnya melakukan penyapuan ke area yang dianggap berpotensi menjadi lokasi tersesatnya korban.
Fokus Pencarian di Titik Rawan
Basarnas mengarahkan pencarian pada sejumlah titik yang dinilai krusial. Area pos tiga dan pos lima menjadi salah satu fokus utama, mengingat wilayah tersebut merupakan jalur yang cukup panjang dan kerap menjadi titik kelelahan pendaki. Selain itu, tim lain menyisir hingga kawasan puncak aliran air batas vegetasi yang berada di perbatasan jalur Baturaden, Banyumas.
Penyisiran juga dilakukan di jalur menurun, mengingat ada kemungkinan korban bergerak ke arah bawah setelah mengalami kelelahan atau kondisi fisik yang menurun. Medan yang curam serta jalur yang bercabang menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.
Keluarga Korban Ikut Terlibat
Dalam operasi kali ini, Basarnas mengizinkan orang tua korban untuk turut serta dalam pencarian. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang lebih bersahabat serta kesiapan fisik keluarga korban. Kehadiran keluarga diharapkan dapat memberikan semangat tambahan, sekaligus membantu mengenali barang atau tanda-tanda yang mungkin berkaitan dengan korban.
Meski demikian, keterlibatan keluarga tetap berada di bawah pengawasan ketat tim SAR. Basarnas memastikan bahwa keselamatan seluruh pihak tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.
Dugaan Korban Tersesat Akibat Kram
Berdasarkan keterangan rekan korban, Syafiq diduga tersesat setelah mengalami kram saat berada di jalur pendakian. Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu melanjutkan perjalanan bersama rekannya. Keduanya terakhir kali terlihat bersama di area puncak aliran air batas vegetasi.
Setelah itu, korban diduga mencoba mencari jalur alternatif atau beristirahat, namun akhirnya kehilangan arah. Kondisi fisik yang menurun serta medan yang sulit diyakini memperbesar risiko tersesat, terutama jika pendaki tidak segera mendapatkan bantuan.
Operasi SAR Diperpanjang Terbatas
Basarnas menyampaikan bahwa operasi pencarian tambahan ini direncanakan berlangsung selama dua hari. Selama periode tersebut, seluruh tim akan bekerja secara intensif dengan memanfaatkan waktu siang hari yang lebih aman untuk bergerak di medan gunung.
Apabila hingga batas waktu yang ditentukan korban belum ditemukan, Basarnas akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah berikutnya. Setiap keputusan akan mempertimbangkan kondisi cuaca, keselamatan personel, serta efektivitas pencarian.
Jejak Pendakian Korban
Syafiq diketahui mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, yang berada di wilayah Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Jalur ini dikenal memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi dengan jarak tempuh yang panjang.
Korban mendaki bersama satu orang rekannya. Rekan tersebut berhasil ditemukan lebih dulu oleh tim SAR setelah beberapa hari pencarian. Namun hingga kini, keberadaan Syafiq masih belum diketahui secara pasti.
Tantangan Medan Gunung Slamet
Gunung Slamet memiliki karakteristik medan yang menantang. Jalur pendakian panjang, kontur tanah yang bervariasi, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor risiko bagi pendaki. Kabut tebal kerap turun secara tiba-tiba dan dapat mengurangi jarak pandang, meningkatkan risiko tersesat.
Kondisi tersebut membuat operasi SAR di Gunung Slamet membutuhkan perencanaan matang dan personel berpengalaman. Basarnas menekankan bahwa setiap langkah pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Harapan Korban Ditemukan Selamat
Basarnas dan seluruh pihak yang terlibat berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Operasi pencarian ini juga menjadi pengingat bagi para pendaki akan pentingnya persiapan matang, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi prosedur keselamatan selama pendakian.
Kasus ini kembali menyoroti risiko pendakian gunung dan pentingnya koordinasi yang baik antara pendaki, pengelola jalur, serta tim penyelamat. Dengan upaya maksimal yang terus dilakukan, harapan untuk menemukan korban tetap terbuka.
Baca juga : Foreign Tourist Arrivals to Indonesia Reach 1.2 Million
Cek Juga Artikel Dari Platform : festajunina

