museros.site Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah meminta para pedagang untuk tidak lagi menjual lontong yang dibungkus menggunakan plastik. Imbauan ini disampaikan setelah ditemukan praktik penjualan lontong plastik di salah satu pasar tradisional di Kota Depok. Pemerintah menilai praktik tersebut berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan saat Wakil Wali Kota melakukan inspeksi mendadak terhadap bahan pokok pangan. Dalam kegiatan tersebut, ia menemukan makanan yang dinilai tidak layak dijual karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi.
Chandra menegaskan bahwa makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat tidak boleh lagi beredar di pasaran. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pangan yang dijual aman dan layak konsumsi.
Bahaya Plastik pada Makanan Bersuhu Panas
Menurut Chandra Rahmansyah, penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan panas sangat berbahaya. Plastik mengandung zat kimia tertentu yang dapat larut ketika terkena suhu tinggi. Zat tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan.
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, zat kimia dari plastik dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Risiko ini dinilai cukup serius sehingga pemerintah merasa perlu mengambil langkah tegas.
Chandra mengingatkan bahwa praktik pembungkusan makanan menggunakan plastik bukan hanya persoalan kebiasaan, tetapi menyangkut keselamatan konsumen. Oleh karena itu, pedagang diminta segera menghentikan praktik tersebut.
Instruksi Tindak Lanjut kepada Dinas Kesehatan
Menindaklanjuti temuan tersebut, Wakil Wali Kota Depok langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Depok untuk melakukan langkah konkret. Dinas Kesehatan diminta bekerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan untuk memastikan keamanan produk pangan yang dijual di pasar.
Instruksi ini diberikan agar temuan di lapangan tidak berhenti pada peringatan semata. Pemerintah ingin memastikan adanya tindak lanjut yang nyata demi melindungi masyarakat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari pengawasan rutin pemerintah daerah terhadap peredaran pangan di pasar tradisional.
Pemeriksaan Kandungan Berbahaya oleh Balai POM
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Balai POM langsung melakukan pemeriksaan terhadap lontong yang dibungkus plastik. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya.
Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar langkah selanjutnya. Jika ditemukan bahan yang tidak aman, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Mary menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Edukasi Pedagang Jadi Langkah Utama
Selain pengawasan, pemerintah juga mengedepankan pendekatan edukatif kepada pedagang. Mary menjelaskan bahwa pedagang akan diberikan pemahaman mengenai bahaya penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan panas.
Pemerintah mengarahkan pedagang untuk kembali menggunakan pembungkus tradisional seperti daun pisang. Selain lebih aman, penggunaan daun pisang juga dinilai ramah lingkungan dan sudah lama menjadi bagian dari budaya kuliner lokal.
Edukasi ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan pedagang tanpa menimbulkan resistensi. Pemerintah menekankan bahwa tujuan utama adalah melindungi konsumen dan menjaga kualitas pangan.
Pengawasan Tidak Hanya di Satu Pasar
Dinas Kesehatan Kota Depok memastikan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Pasar-pasar tradisional lain di Kota Depok juga akan menjadi sasaran pengawasan.
Selain lontong plastik, sejumlah produk pangan lain juga akan diperiksa. Kue basah, tahu, kerupuk, serta ikan asin termasuk dalam daftar makanan yang akan diuji kandungan bahan berbahayanya.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan pangan secara menyeluruh, bukan hanya fokus pada satu jenis makanan.
Hasil Pemeriksaan Jadi Dasar Tindakan Lanjutan
Mary menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan dari Balai POM nantinya akan disampaikan secara resmi kepada Dinas Kesehatan. Jika seluruh sampel dinyatakan aman, pemerintah tetap akan melanjutkan edukasi sebagai langkah pencegahan.
Namun, jika ditemukan produk yang tidak aman, pemerintah akan memberikan pembinaan kepada pedagang. Untuk produsen yang berada di wilayah Depok, pembinaan dan pengawasan lebih lanjut akan dilakukan secara intensif.
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan sistem pangan yang lebih aman dan bertanggung jawab.
Komitmen Pemerintah Jaga Kesehatan Masyarakat
Kasus temuan lontong plastik ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pemerintah tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui edukasi.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa keselamatan konsumen adalah prioritas utama. Makanan yang dijual di pasar harus memenuhi standar kesehatan agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang.
Dengan pengawasan rutin dan kerja sama lintas instansi, pemerintah berharap praktik berisiko seperti penggunaan plastik pada makanan panas dapat dihentikan.
Ajakan kepada Masyarakat Lebih Peduli Keamanan Pangan
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan pangan. Konsumen diharapkan lebih selektif dalam memilih makanan dan tidak ragu melaporkan temuan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Peran aktif masyarakat dinilai penting dalam menciptakan lingkungan pangan yang aman. Dengan kesadaran bersama, praktik yang tidak sehat dapat diminimalkan.
Langkah Wakil Wali Kota Depok ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pedagang dan pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform olahraga.online
