museros.site Universitas Muhammadiyah Makassar terus memperkuat langkah internasionalisasi kampus melalui kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi luar negeri. Salah satu upaya konkret tersebut diwujudkan melalui kesiapan pelaksanaan program Learning Express bersama Singapore Polytechnic yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Program ini dikemas sebagai Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berskala internasional yang menggabungkan pembelajaran akademik, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat desa.
Kesiapan pelaksanaan program Learning Express ditandai dengan kunjungan tim fasilitator dari Singapore Polytechnic ke lokasi kegiatan. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan proyek, lokasi, serta dukungan masyarakat desa sebagai mitra utama program. Kehadiran tim internasional ini menjadi langkah awal untuk membangun kesamaan persepsi, pemahaman konteks lokal, dan perencanaan kegiatan yang matang sebelum program utama dilaksanakan.
Learning Express sebagai Model Pengabdian Internasional
Learning Express merupakan program pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pemecahan masalah nyata di masyarakat. Dalam konteks kerja sama Unismuh Makassar dan Singapore Polytechnic, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa dan dosen, sekaligus menghadirkan solusi inovatif bagi desa mitra.
Program ini tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan satu arah, melainkan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama. Mahasiswa dan dosen dari kedua institusi akan bekerja bersama warga desa untuk mengidentifikasi persoalan, menggali potensi lokal, serta merancang solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Recce Trip untuk Memastikan Kesiapan Proyek dan Lokasi
Kunjungan awal atau recce trip dilakukan oleh tiga fasilitator dari Singapore Polytechnic yang berasal dari latar belakang keilmuan berbeda. Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan kesiapan rancangan proyek, pemetaan potensi desa, serta kesiapan homestay yang akan digunakan oleh peserta program.
Recce trip menjadi tahap penting dalam memastikan bahwa seluruh aspek pelaksanaan program berjalan optimal. Dengan memahami kondisi lapangan secara langsung, fasilitator dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran, metode pendampingan, serta desain proyek agar relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Tiga Klaster Proyek Berbasis Potensi Desa
Program Learning Express di Desa Tondong Tallasa difokuskan pada tiga klaster proyek utama yang dipilih berdasarkan potensi unggulan desa. Klaster pertama adalah pengembangan ternak sapi yang menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat. Pendekatan inovatif diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan ternak.
Klaster kedua berfokus pada pengolahan gula aren. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun masih memerlukan penguatan dari sisi pengolahan, pengemasan, dan pemasaran agar memiliki daya saing yang lebih baik. Sementara itu, klaster ketiga adalah pengembangan madu lebah yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa.
Seluruh klaster tersebut akan dikerjakan dengan pendekatan design thinking. Metode ini memungkinkan peserta untuk memahami kebutuhan pengguna, merumuskan ide kreatif, menguji solusi, hingga menghasilkan prototipe yang aplikatif dan bernilai ekonomi.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Lintas Negara
Dari pihak Unismuh Makassar, program ini melibatkan sejumlah dosen fasilitator yang memiliki pengalaman di bidang pengabdian masyarakat dan riset terapan. Para dosen akan berperan sebagai pendamping akademik sekaligus penghubung antara mahasiswa, masyarakat, dan mitra internasional.
Kolaborasi lintas negara ini memberikan ruang pembelajaran yang kaya bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar menerapkan teori di lapangan, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, kerja tim internasional, serta pemecahan masalah secara kolaboratif.
Penguatan Peran LP3M dalam PkM Internasional
LP3M Unismuh Makassar memandang program Learning Express sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat berskala internasional. Program ini sejalan dengan visi LP3M untuk menghadirkan PkM yang berbasis riset, inovasi, dan keberlanjutan.
Kerja sama internasional ini juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring akademik Unismuh Makassar di tingkat global. Meski melibatkan mitra luar negeri, seluruh kegiatan tetap berpijak pada kebutuhan riil dan kearifan lokal masyarakat desa. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang nyata dan berkelanjutan.
Apresiasi dan Harapan dari Mitra Internasional
Fasilitator dari Singapore Polytechnic memberikan apresiasi atas kesiapan Unismuh Makassar dan masyarakat desa dalam menyambut program ini. Mereka menilai antusiasme dan keterbukaan masyarakat menjadi modal penting bagi keberhasilan Learning Express.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat belajar langsung dari masyarakat, memahami tantangan pembangunan di tingkat lokal, serta menghasilkan solusi nyata yang relevan. Kolaborasi lintas budaya juga menjadi nilai tambah yang memperkaya pengalaman belajar peserta.
Internasionalisasi Kampus Berbasis Pengalaman Nyata
Pimpinan Unismuh Makassar menegaskan bahwa kerja sama dengan Singapore Polytechnic merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus. Pendekatan experiential learning yang diterapkan dalam Learning Express dinilai efektif untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dan dosen, sekaligus memperkuat rekognisi internasional universitas.
Dengan melibatkan puluhan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi, program ini diharapkan menghasilkan luaran berupa prototipe inovatif yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Luaran tersebut tidak hanya bermanfaat bagi desa mitra, tetapi juga membuka peluang pengembangan nilai tambah ekonomi berbasis potensi lokal.
Penutup
Kesiapan LP3M Unismuh Makassar dalam melaksanakan program Learning Express bersama Singapore Polytechnic menandai babak baru pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi internasional. Dengan pendekatan design thinking, fokus pada potensi desa, dan sinergi lintas budaya, program ini diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif yang berdampak nyata. Lebih dari sekadar program akademik, Learning Express menjadi jembatan antara kampus, masyarakat, dan dunia internasional dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform jelajahhijau.com
