Cuaca buruk kembali berdampak pada aktivitas transportasi laut di pesisir utara Jawa Tengah. Penyeberangan laut dari Jepara menuju Karimunjawa resmi ditangguhkan sementara akibat gelombang tinggi yang dinilai berbahaya bagi pelayaran.
Seluruh perjalanan kapal penyeberangan menuju dan dari Karimunjawa dibatalkan sejak Sabtu, 10 Januari 2026. Berdasarkan prakiraan cuaca, penangguhan diperkirakan berlangsung hingga Senin, 12 Januari 2026, atau sampai kondisi laut kembali dinyatakan aman.
Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi demi keselamatan penumpang dan awak kapal di tengah cuaca ekstrem yang melanda perairan Jepara dan sekitarnya.
Dua Operator Kapal Hentikan Seluruh Operasi
Dalam jadwal resmi, terdapat dua operator kapal utama yang melayani rute Jepara–Karimunjawa. Keduanya memutuskan untuk tidak berlayar akibat kondisi gelombang laut yang meningkat.
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Siginjai tidak dapat melayani keberangkatan dari Pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa yang semula dijadwalkan pada pukul 07.00 WIB. Sementara itu, Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari 8F juga membatalkan perjalanan dari Karimunjawa menuju Jepara pada pukul 07.00 WIB.
Tidak hanya itu, rencana keberangkatan Express Bahari dari Jepara menuju Karimunjawa pada pukul 11.00 WIB juga ikut ditunda. Dengan demikian, seluruh layanan penyeberangan laut pada hari tersebut dihentikan sementara.
Dishub Jepara: Gelombang Capai 2,5 Meter
Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, Nur Sahid, membenarkan penghentian sementara seluruh aktivitas penyeberangan.
“Betul, penyeberangan yang dilayani Express Bahari maupun Siginjai off atau tidak berlayar,” ujar Sahid.
Ia menjelaskan bahwa sejak Jumat, 9 Januari 2026, setidaknya sudah empat trip penyeberangan yang dibatalkan. Penyebab utamanya adalah tinggi gelombang laut yang mencapai antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Kondisi tersebut masuk kategori gelombang sedang hingga tinggi, yang dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan pelayaran, terutama untuk kapal penumpang.
BMKG Prediksi Gelombang Tinggi Bertahan
Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi gelombang tinggi di perairan Jepara diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk sementara dari BMKG sampai tanggal 12 Januari diperkirakan gelombang tinggi,” ungkap Sahid.
BMKG mencatat bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh pola angin yang cukup kuat di perairan Laut Jawa. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan tinggi gelombang yang tidak stabil dan berpotensi membahayakan pelayaran jarak menengah seperti rute Jepara–Karimunjawa.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Pihak Dinas Perhubungan menegaskan bahwa keputusan menghentikan penyeberangan bukan semata-mata karena jadwal, tetapi murni demi keselamatan.
Operasi kapal baru akan kembali dibuka setelah terdapat rekomendasi cuaca aman dari BMKG serta izin resmi berlayar dari otoritas pelabuhan dan Syahbandar.
“Untuk penyeberangan lihat kondisi nanti dari BMKG. Terus kalau Syahbandar mengizinkan ya berlayar, kalau tidak ya off lagi,” jelas Sahid.
Langkah ini sejalan dengan standar keselamatan pelayaran nasional yang mengharuskan operator menghentikan operasional jika kondisi cuaca berpotensi membahayakan.
Dampak bagi Wisatawan dan Warga Karimunjawa
Penangguhan penyeberangan ini berdampak langsung pada wisatawan dan warga Karimunjawa. Kepulauan Karimunjawa dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Tengah, terutama pada akhir pekan.
Banyak wisatawan yang telah merencanakan perjalanan harus menunda atau membatalkan agenda liburannya. Sementara itu, warga Karimunjawa yang hendak ke Jepara untuk keperluan logistik, pendidikan, maupun kesehatan juga terdampak.
Namun, pihak berwenang menilai keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dibandingkan kelancaran perjalanan.
Imbauan untuk Calon Penumpang
Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca sebelum merencanakan perjalanan laut.
Calon penumpang disarankan untuk tidak terburu-buru memesan tiket kapal maupun akomodasi wisata selama cuaca belum stabil.
“Imbauannya agar penumpang selalu waspada dan melihat kondisi cuaca dan jangan terburu memesan hotel dulu bagi wisatawan,” kata Sahid.
Ia juga menyarankan calon penumpang melakukan koordinasi langsung dengan Dinas Perhubungan atau operator kapal guna mendapatkan informasi terbaru terkait jadwal pelayaran.
Penyeberangan Akan Dibuka Bertahap
Apabila kondisi cuaca membaik lebih cepat dari perkiraan, penyeberangan dapat kembali dibuka lebih awal. Namun, jika gelombang tinggi masih bertahan setelah 12 Januari, kemungkinan penangguhan akan diperpanjang.
Keputusan akhir akan sepenuhnya bergantung pada rekomendasi BMKG dan penilaian keselamatan dari Syahbandar.
Kesimpulan
Penangguhan penyeberangan Jepara–Karimunjawa hingga 12 Januari 2026 merupakan langkah preventif untuk menghindari risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi. Dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter, pelayaran dinilai tidak aman untuk dilanjutkan.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap waspada, memantau informasi cuaca, serta menunda perjalanan laut hingga kondisi benar-benar aman. Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut.
Baca Juga : Proyeksi Pasar Kripto 2026, Peluang dan Risiko Investor
Cek Juga Artikel Dari Platform : rumahjurnal

