museros.site Wali Kota Depok Supian Suri memberikan arahan tegas namun konstruktif kepada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja dilantik dan menempati posisi baru di lingkungan Pemerintah Kota Depok. Mutasi dan rotasi jabatan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan birokrasi agar lebih adaptif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Dalam arahannya, Supian Suri menekankan bahwa jabatan baru bukan sekadar amanah administratif, melainkan tanggung jawab nyata yang menuntut kesiapan mental, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi secara cepat. Ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak menunggu lama untuk merasakan dampak dari perubahan struktur birokrasi. Oleh karena itu, setiap ASN diminta segera memahami peran barunya dan langsung bekerja secara efektif sejak hari pertama.
Adaptasi Cepat Jadi Kunci Pelayanan Publik
Supian Suri menilai adaptasi cepat merupakan kunci utama agar pelayanan publik tidak terganggu. Perubahan jabatan sering kali diiringi dengan tantangan baru, mulai dari lingkup tugas yang berbeda hingga tuntutan koordinasi lintas perangkat daerah. Menurutnya, ASN harus mampu membaca situasi, memahami karakter tim kerja, serta menyesuaikan pola kerja tanpa harus menunggu waktu terlalu lama.
Ia juga mengapresiasi pengabdian para ASN yang selama ini telah berkontribusi terhadap berbagai capaian pembangunan di Kota Depok. Prestasi yang diraih pemerintah daerah, kata Supian, merupakan hasil kerja kolektif seluruh aparatur. Namun, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat ASN berpuas diri. Jabatan baru harus dimaknai sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas kinerja dan memperluas dampak pelayanan bagi warga.
Evaluasi Kinerja Bersifat Terukur dan Berkelanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Supian Suri menegaskan bahwa evaluasi kinerja ASN akan dilakukan secara berkala dan berbasis indikator yang jelas. Perjanjian kinerja menjadi instrumen utama untuk mengukur capaian masing-masing pejabat sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penting dalam penilaian lanjutan, termasuk dalam penempatan jabatan di masa mendatang.
Menurutnya, sistem evaluasi yang objektif dan terukur penting untuk menciptakan iklim birokrasi yang sehat. ASN yang menunjukkan kinerja baik dan inovatif harus mendapat apresiasi, sementara mereka yang belum optimal perlu didorong untuk meningkatkan kapasitas. Dengan cara ini, pembinaan aparatur tidak bersifat personal, melainkan berdasarkan kinerja dan kontribusi nyata.
Pelayanan Masyarakat sebagai Orientasi Utama
Supian Suri menekankan bahwa orientasi utama seluruh ASN adalah pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta setiap pejabat, baik di level pimpinan tinggi, administrator, pengawas, maupun fungsional, untuk menempatkan kepentingan warga sebagai prioritas. Birokrasi yang responsif, menurutnya, harus mampu mendengar keluhan masyarakat, memberikan solusi cepat, dan menghadirkan layanan yang mudah diakses.
Ia juga mendorong ASN untuk tidak ragu melakukan inovasi. Perubahan pola kerja, pemanfaatan teknologi, serta penyederhanaan prosedur menjadi hal yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tuntutan publik yang semakin tinggi. Supian menilai inovasi tidak selalu harus berskala besar, tetapi bisa dimulai dari perbaikan kecil yang berdampak langsung pada kemudahan layanan.
Dukungan Keluarga untuk Kinerja ASN
Selain aspek profesional, Supian Suri turut menyinggung pentingnya dukungan keluarga bagi ASN yang baru mengemban amanah. Menurutnya, beban kerja dan tanggung jawab jabatan sering kali menuntut waktu dan energi ekstra. Dukungan dari keluarga, terutama pasangan, menjadi faktor penting agar ASN dapat menjalankan tugas dengan fokus dan penuh dedikasi.
Ia menyampaikan harapan agar keluarga ASN memahami peran strategis yang diemban para aparatur dalam melayani masyarakat. Dengan dukungan moral yang kuat dari lingkungan keluarga, ASN diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan kehidupan pribadi, sehingga kinerja tetap optimal dan berkelanjutan.
Rotasi Jabatan sebagai Bagian dari Reformasi Birokrasi
Pelantikan ratusan ASN ini mencakup berbagai jabatan strategis, mulai dari pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator dan pengawas, hingga pejabat fungsional. Rotasi dan promosi tersebut merupakan bagian dari proses reformasi birokrasi yang terus didorong oleh Pemerintah Kota Depok.
Supian Suri menjelaskan bahwa dinamika organisasi pemerintahan menuntut penyegaran struktur agar tetap relevan dengan tantangan zaman. Penempatan ASN pada posisi tertentu dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, serta kebutuhan organisasi. Dengan demikian, diharapkan setiap jabatan diisi oleh figur yang tepat dan mampu memberikan kontribusi maksimal.
Menuju Depok yang Lebih Maju dan Responsif
Melalui pelantikan dan penegasan komitmen kinerja ini, Supian Suri berharap birokrasi Kota Depok semakin solid dan responsif. Ia menegaskan bahwa visi pembangunan kota tidak akan tercapai tanpa aparatur yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat melayani.
Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja bersama mewujudkan Depok yang lebih maju, dengan pelayanan publik yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah tidak hanya diukur dari dokumen perencanaan atau laporan kinerja, tetapi dari kepuasan warga terhadap layanan yang mereka terima setiap hari.
Dengan semangat adaptasi cepat, evaluasi kinerja yang objektif, serta dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat, Supian Suri optimistis ASN Pemkot Depok mampu menjawab tantangan ke depan. Rotasi jabatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan menghadirkan birokrasi yang benar-benar hadir untuk kepentingan publik.

Cek Juga Artikel Dari Platform faktagosip.web.id
