museros.site Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok bergerak cepat menangani peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Villa Pertiwi, RW 15, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Respons cepat tersebut dilakukan guna mencegah dampak lanjutan serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi.
Begitu menerima laporan dari masyarakat pada pagi hari, DPUPR langsung menerjunkan Satuan Tugas ke titik longsor. Tidak menunggu lama, alat berat juga diturunkan pada sore hari untuk mempercepat proses penanganan awal.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keamanan lingkungan dan meminimalkan risiko bencana susulan.
Satgas Langsung Dikerahkan ke Lokasi
Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menjelaskan bahwa satu regu Satgas yang terdiri dari sepuluh personel langsung dikerahkan begitu laporan diterima.
Tim tersebut bertugas melakukan pengecekan kondisi lapangan sekaligus penanganan awal material longsor. Fokus utama adalah memastikan tidak ada hambatan pada aliran air serta meminimalkan risiko runtuhan lanjutan.
Kehadiran Satgas sejak awal dinilai penting untuk mengamankan area terdampak.
Dimensi Longsor Cukup Signifikan
Berdasarkan hasil pengecekan, longsor memiliki panjang sekitar tujuh meter dengan ketinggian kurang lebih dua meter. Material tanah yang runtuh berpotensi menutup aliran Kali Jantung yang berada tepat di bawah lokasi.
Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berisiko menyebabkan luapan air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Oleh karena itu, DPUPR menempatkan pembersihan material sebagai prioritas utama.
Penurunan Alat Berat untuk Percepatan
Untuk mempercepat pekerjaan di lapangan, DPUPR menurunkan alat berat jenis mini spider. Alat ini dipilih karena memiliki ukuran yang lebih fleksibel dan dapat menjangkau area sempit.
Penggunaan alat berat bertujuan meringankan beban kerja Satgas serta mempercepat proses pembersihan material longsor.
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko kelelahan personel sekaligus mempercepat normalisasi kondisi.
Fokus Awal pada Normalisasi Aliran Air
Penanganan tahap awal difokuskan pada pembersihan material yang menutupi aliran sungai. Normalisasi aliran air menjadi aspek krusial agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat memicu banjir lokal.
DPUPR memastikan bahwa seluruh material longsor dipindahkan secara bertahap dengan memperhatikan keselamatan personel.
Upaya ini diharapkan mampu mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.
Penanganan Menggunakan Anggaran Pemeliharaan
Yodi menjelaskan bahwa penanganan longsor dilakukan menggunakan anggaran pemeliharaan yang tersedia di DPUPR. Dengan skema ini, proses penanganan dapat dilakukan tanpa menunggu mekanisme tambahan.
Meski belum menetapkan target waktu penyelesaian, DPUPR memastikan bahwa pekerjaan akan dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman.
Penanganan lanjutan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi lapangan.
Koordinasi untuk Tahap Lanjutan
Setelah tahap pembersihan awal, DPUPR akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk menentukan metode penanganan permanen. Langkah tersebut bisa mencakup penguatan tebing, perbaikan struktur tanah, atau penataan drainase.
Keputusan akan diambil berdasarkan hasil kajian teknis dan kondisi geografis di lokasi.
Pendekatan ini dilakukan agar solusi yang diterapkan bersifat jangka panjang.
Wali Kota Turun Langsung Meninjau
Dalam proses penanganan, Wali Kota Depok juga turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan. Kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk perhatian serius pemerintah terhadap keselamatan warga.
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan serta mempercepat koordinasi antarinstansi.
Pemerintah daerah ingin memastikan warga merasa terlindungi.
Imbauan Kewaspadaan bagi Warga
DPUPR mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Intensitas hujan yang masih cukup tinggi berpotensi memicu longsor susulan.
Warga diminta untuk segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar permukiman.
Langkah kewaspadaan dini menjadi kunci pencegahan bencana lanjutan.
Peran Masyarakat dalam Mitigasi
Pemerintah menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mitigasi bencana. Informasi cepat dari warga menjadi faktor utama dalam penanganan yang sigap.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat menentukan efektivitas penanganan bencana.
Dengan komunikasi yang baik, risiko dapat diminimalkan sejak dini.
Komitmen DPUPR dalam Penanganan Bencana
DPUPR Kota Depok menegaskan komitmennya untuk selalu responsif terhadap laporan masyarakat. Penanganan cepat menjadi bagian dari standar pelayanan publik di sektor infrastruktur.
Setiap kejadian bencana, baik skala kecil maupun besar, akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku.
Tujuan utamanya adalah melindungi keselamatan warga dan menjaga infrastruktur kota.
Pentingnya Mitigasi Jangka Panjang
Peristiwa longsor ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi jangka panjang. Pemerintah daerah terus mendorong pemetaan wilayah rawan bencana sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Langkah mitigasi meliputi penguatan tebing, perbaikan sistem drainase, hingga edukasi masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pengurangan risiko bencana.
Penutup
Gerak cepat DPUPR Kota Depok dalam menangani longsor di Villa Pertiwi menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana lingkungan. Dengan pengerahan Satgas dan penurunan alat berat, penanganan awal dapat dilakukan secara efektif.
Melalui koordinasi lanjutan dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan risiko longsor susulan dapat diminimalkan. Pemerintah Kota Depok berkomitmen menyelesaikan penanganan hingga tuntas demi menjaga keselamatan dan kenyamanan warga.

Cek Juga Artikel Dari Platform georgegordonfirstnation.com
