Kabupaten Bener Meriah kembali merasakan guncangan gempa bumi pada Senin pagi, 29 Desember 2025. Gempa berkekuatan magnitudo 2,5 tersebut terjadi sekitar pukul 06.09 WIB dan sempat dirasakan oleh sebagian warga di beberapa kecamatan. Meski demikian, pemerintah daerah dan otoritas kebencanaan segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk menenangkan masyarakat, memastikan bahwa kondisi Gunung Burni Telong tetap terkendali.
Gempa Dangkal dan Lokasi Episentrum
Berdasarkan data pemantauan, pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Episentrum tercatat berada di wilayah Kabupaten Bener Meriah, kurang lebih 7 kilometer dari kawasan Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit. Gempa dengan magnitudo relatif kecil ini tergolong sebagai gempa dangkal yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi di bawah permukaan.
Walaupun skalanya tidak besar, gempa tetap terasa oleh warga karena kedalamannya yang relatif dangkal. Sejumlah warga melaporkan getaran singkat yang membuat perabot rumah bergoyang ringan. Namun hingga laporan ini disusun, tidak ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Otoritas Pastikan Kondisi Burni Telong Aman
Kekhawatiran masyarakat sempat meningkat mengingat lokasi gempa yang tidak jauh dari kawasan Gunung Burni Telong. Menanggapi hal tersebut, Ketua Pusat Data dan Informasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas vulkanik gunung api tersebut.
“Setelah berkoordinasi dengan petugas pos pantau, kami dapat pastikan bahwa meskipun terjadi gempa, status Gunung Burni Telong masih berada pada Level II (Waspada) dan alhamdulillah keadaannya aman,” ujar Ilham Abdi.
Ia menjelaskan bahwa gempa tektonik kecil seperti ini merupakan fenomena alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah yang secara geologis aktif seperti Bener Meriah. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mengaitkan secara langsung setiap gempa kecil dengan potensi erupsi gunung api tanpa dasar informasi resmi.
Imbauan Agar Warga Tidak Panik dan Waspada Hoaks
Selain memastikan kondisi gunung api, Ilham Abdi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengingatkan bahwa pascagempa sering muncul informasi palsu atau hoaks yang justru dapat memicu kepanikan.
“Masyarakat kami minta untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi, baik media center Pemerintah Kabupaten, Badan Geologi, maupun instansi terkait lainnya,” tegasnya.
Pemerintah daerah menilai literasi kebencanaan dan informasi publik menjadi faktor penting dalam menjaga ketenangan masyarakat. Dengan informasi yang benar dan akurat, warga diharapkan dapat bersikap waspada tanpa harus panik berlebihan.
Hasil Pemantauan Pos Gunung Api
Secara terpisah, laporan dari Pos Pengamatan Gunung Burni Telong yang berada di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, dan PVMBG menunjukkan bahwa kondisi visual gunung terpantau relatif normal.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa cuaca di sekitar gunung berada pada kondisi cerah hingga berawan. Suhu udara berkisar antara 18 hingga 25 derajat Celsius. Yang terpenting, tidak teramati adanya asap kawah maupun aktivitas visual mencurigakan lainnya dari puncak Burni Telong.
Aktivitas Kegempaan Internal Masih Terpantau
Meskipun kondisi visual relatif tenang, dari sisi kegempaan internal, alat pemantau mencatat adanya aktivitas seismik yang masih tergolong aktif. Selama periode pemantauan terakhir, tercatat:
- 4 kejadian gempa Vulkanik Dangkal
- 10 kejadian gempa Vulkanik Dalam
- 2 kejadian gempa Tektonik Jauh
Data tersebut menunjukkan bahwa Gunung Burni Telong masih memiliki dinamika internal yang perlu terus dipantau secara intensif. Namun, para ahli menegaskan bahwa aktivitas ini masih berada dalam batas kewajaran untuk status Level II (Waspada).
Status Level II (Waspada) dan Rekomendasi Keselamatan
Dengan status Level II (Waspada) yang masih berlaku, pihak berwenang kembali menegaskan sejumlah rekomendasi keselamatan kepada masyarakat. Warga dan pendaki diimbau untuk tidak memasuki atau mendekati area kawah Gunung Burni Telong dalam radius 3 kilometer.
Selain itu, area fumarola dan solfatara juga harus dihindari, terutama saat kondisi cuaca mendung atau hujan. Gas vulkanik yang keluar dari area tersebut berpotensi berbahaya jika terhirup dalam konsentrasi tinggi, terutama saat sirkulasi udara terbatas.
Rekomendasi ini bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemerintah daerah dan instansi teknis akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan secara berkala kepada publik.
Pentingnya Kesiapsiagaan di Wilayah Rawan
Kabupaten Bener Meriah dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas geologi yang cukup tinggi. Keberadaan gunung api aktif dan struktur patahan menjadikan daerah ini rawan terhadap gempa bumi dan aktivitas vulkanik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus mendorong edukasi kebencanaan, mulai dari pemahaman tanda-tanda alam, prosedur evakuasi, hingga pentingnya mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan lembaga teknis. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko dan dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
Pemerintah Daerah Siaga Pantau Perkembangan
Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih berada dalam status siaga dan terus memantau perkembangan aktivitas seismik maupun vulkanik di kawasan Gunung Burni Telong. Setiap perubahan signifikan akan segera diinformasikan kepada masyarakat melalui kanal resmi.
Gempa magnitudo 2,5 yang terjadi pada pagi hari tersebut menjadi pengingat bahwa wilayah Bener Meriah berada di kawasan aktif secara geologis. Namun dengan pemantauan intensif, koordinasi antarlembaga, serta peran aktif masyarakat dalam menyaring informasi, situasi dapat tetap terkendali.
Pemerintah kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap dianjurkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan. Dengan demikian, kehidupan masyarakat dapat terus berjalan normal di tengah dinamika alam yang ada.
Baca Juga : Refleksi Ekonomi 2025, Gorontalo Matangkan Strategi 2026
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : carimobilindonesia

