museros.site Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menunjukkan peran aktifnya dalam dunia pendidikan internasional. Melalui program pembelajaran lintas negara, mahasiswa UMS hadir langsung di ruang kelas sekolah mitra di luar negeri untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UMS dalam menyiapkan calon pendidik yang adaptif, berwawasan global, dan siap menghadapi tantangan pendidikan lintas budaya.
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut adalah Nuha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dalam kegiatan ini, Nuha menerapkan pembelajaran fonetik bahasa Inggris secara interaktif untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan pelafalan serta kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Pembelajaran Fonetik Jadi Fokus Utama di Ruang Kelas
Pendekatan fonetik dipilih sebagai metode utama karena dinilai efektif dalam memperbaiki pengucapan kosakata bahasa Inggris. Melalui pengenalan bunyi-bunyi dasar, simbol fonetik, serta latihan pengucapan secara langsung, siswa diajak memahami perbedaan pelafalan yang sering menjadi kendala dalam pembelajaran bahasa asing.
Dalam praktiknya, pembelajaran fonetik disampaikan dengan cara yang komunikatif dan menyenangkan. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas lisan seperti menirukan bunyi, membaca kata secara berkelompok, dan bermain peran sederhana. Metode ini membantu menciptakan suasana belajar yang aktif dan mendorong keberanian siswa untuk berbicara.
Santi Witya Serong School Jadi Lokasi Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran lintas negara ini dilaksanakan di Santi Witya Serong School, salah satu sekolah swasta yang berlokasi di Pattani. Sekolah ini menjadi mitra UMS dalam pelaksanaan program pengabdian dan praktik pembelajaran mahasiswa di lingkungan pendidikan internasional.
Lingkungan sekolah yang multikultural memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Interaksi langsung dengan siswa dari latar belakang budaya yang berbeda memperkaya pemahaman mahasiswa tentang dinamika pembelajaran global serta pentingnya sensitivitas budaya dalam proses pendidikan.
Mengajar Berbagai Tingkatan Kelas
Dalam pelaksanaannya, Nuha mengajar siswa dari berbagai jenjang kelas. Setiap tingkat memiliki karakteristik dan kebutuhan pembelajaran yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan pun disesuaikan. Untuk siswa tingkat awal, fokus pembelajaran lebih diarahkan pada pengenalan bunyi dasar dan kosakata sederhana.
Sementara itu, pada tingkat yang lebih tinggi, pembelajaran fonetik dikaitkan dengan pengucapan kalimat dan percakapan sederhana. Pendekatan bertahap ini membantu siswa memahami bahasa Inggris secara lebih sistematis dan meningkatkan akurasi pelafalan mereka dalam konteks yang lebih luas.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Berbahasa Inggris
Salah satu tujuan utama dari pembelajaran fonetik adalah meningkatkan kepercayaan diri siswa. Banyak siswa yang sebenarnya memahami kosakata bahasa Inggris, namun ragu untuk berbicara karena takut salah dalam pengucapan. Melalui latihan fonetik yang konsisten, siswa didorong untuk berani mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan.
Perubahan sikap siswa terlihat dari meningkatnya partisipasi dalam kegiatan kelas. Mereka menjadi lebih aktif bertanya, menjawab, dan mencoba mengucapkan kata-kata baru. Kepercayaan diri ini menjadi modal penting bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mereka di masa depan.
Pendampingan Akademik dari Dosen Pembimbing
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa UMS mendapatkan pendampingan akademik dari Miftakhul Huda, selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Pendampingan ini mencakup arahan metodologi pembelajaran, evaluasi pelaksanaan di kelas, serta refleksi terhadap proses belajar-mengajar yang dilakukan.
Peran dosen pembimbing menjadi sangat penting dalam memastikan bahwa kegiatan pembelajaran berjalan sesuai dengan standar akademik dan tujuan program. Melalui bimbingan yang berkelanjutan, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi pedagogik sekaligus meningkatkan profesionalisme sebagai calon pendidik.
Pengalaman Internasional Perkaya Kompetensi Mahasiswa
Program pembelajaran lintas negara ini memberikan pengalaman internasional yang sangat berharga bagi mahasiswa. Selain mengasah kemampuan mengajar, mahasiswa juga belajar beradaptasi dengan sistem pendidikan dan budaya yang berbeda. Pengalaman ini diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang terbuka, toleran, dan siap berkontribusi di tingkat global.
Bagi UMS, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan. Melalui keterlibatan langsung mahasiswa di sekolah luar negeri, universitas berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman nyata di dunia internasional.
Kontribusi Nyata bagi Pendidikan Global
Kehadiran mahasiswa UMS di sekolah mitra luar negeri menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan global. Pembelajaran fonetik yang diterapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga mempererat kerja sama antar lembaga pendidikan lintas negara.
Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi secara positif di kancah internasional. Dengan bekal ilmu, keterampilan, dan semangat pengabdian, mahasiswa UMS diharapkan terus membawa nama baik institusi sekaligus memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.
Komitmen UMS pada Pendidikan Berwawasan Global
Melalui program pembelajaran lintas negara, UMS menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berwawasan global. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas lulusan.
Ke depan, UMS diharapkan terus mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai program internasional. Dengan demikian, pengalaman global yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis dan kompetitif.

Cek Juga Artikel Dari Platform rumahjurnal.online
