Penemuan Menggegerkan di Kawasan Permukiman
Warga Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang dimasukkan ke dalam karung di sebuah kamar kos. Peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada Kamis, 1 Desember 2026, di Gang Bengkawan, Bujang Malaka, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas.
Penemuan mayat ini sontak menggegerkan warga sekitar yang sebelumnya mencium bau tidak sedap dari salah satu kamar kos. Awalnya, warga menduga bau tersebut berasal dari sampah atau bangkai hewan. Namun setelah dicek lebih dekat, kecurigaan mengarah pada sebuah karung besar yang tergeletak di dalam kamar.
Ketika karung tersebut dibuka, warga mendapati jasad manusia dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan itu segera dilaporkan ke aparat kepolisian dan membuat suasana di sekitar lokasi berubah panik. Sejumlah warga terlihat berkerumun, sementara pemilik kos langsung dimintai keterangan awal oleh petugas.
Polisi Amankan Lokasi dan Lakukan Olah TKP
Tak lama setelah laporan diterima, aparat dari Polres Sanggau langsung mendatangi lokasi kejadian. Garis polisi dipasang untuk mengamankan area kamar kos agar tidak dimasuki warga yang penasaran.
Kasat Reserse Kriminal Polres Sanggau, Fariz Kautsar Ramadhan, turun langsung memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP). Ia didampingi Kapolsek Kapuas, Marianus, beserta tim Inafis dan personel kepolisian lainnya.
Proses olah TKP dilakukan secara menyeluruh. Polisi memeriksa kondisi kamar kos, posisi karung, serta sejumlah barang di sekitar lokasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Setiap detail dicatat guna mengungkap kronologi kejadian dan mengidentifikasi pelaku.
Kondisi Mayat dan Proses Evakuasi
Berdasarkan pengamatan awal di lokasi, jasad korban ditemukan dalam posisi terlipat di dalam karung. Namun polisi belum membeberkan secara rinci kondisi fisik korban, termasuk kemungkinan adanya luka akibat kekerasan.
Setelah proses identifikasi awal selesai, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis dan autopsi. Langkah ini bertujuan memastikan penyebab kematian, perkiraan waktu meninggal, serta jenis luka yang mungkin dialami korban.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa hasil autopsi akan menjadi salah satu bukti kunci dalam mengungkap kasus ini secara utuh.
Identitas Korban Masih Misterius
Hingga saat ini, identitas korban belum diumumkan secara resmi. Polisi masih berupaya melakukan identifikasi melalui ciri fisik, pakaian, serta kemungkinan laporan orang hilang yang masuk dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah saksi, termasuk pemilik kos dan penghuni lain, telah dimintai keterangan. Polisi mendalami sejak kapan kamar kos tersebut ditempati, siapa saja yang terakhir terlihat bersama korban, serta aktivitas mencurigakan yang terjadi sebelum penemuan mayat.
“Kami masih mendalami identitas korban dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar TKP,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Polisi Kantongi Nama Terduga Pelaku
Dalam keterangannya kepada awak media, Kasat Reskrim Polres Sanggau menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi nama terduga pelaku dalam kasus ini. Informasi tersebut diperoleh dari hasil olah TKP awal serta keterangan saksi.
“Dari hasil penyelidikan sementara, kami sudah mengantongi identitas yang diduga terkait dengan kejadian ini. Saat ini masih dalam proses pengembangan,” ungkap AKP Fariz.
Meski demikian, polisi belum mengungkap motif maupun hubungan antara korban dan terduga pelaku. Hal tersebut sengaja dirahasiakan demi kelancaran penyidikan dan untuk mencegah spekulasi liar di tengah masyarakat.
Dugaan Pembunuhan dan Upaya Penghilangan Jejak
Penemuan jasad dalam karung menimbulkan dugaan kuat adanya unsur tindak pidana pembunuhan. Cara pelaku menyembunyikan tubuh korban dinilai sebagai upaya untuk menghilangkan jejak dan menghindari deteksi.
Praktik memasukkan korban ke dalam karung bukan hal baru dalam sejumlah kasus kriminal di Indonesia. Metode ini kerap digunakan pelaku untuk menunda penemuan korban atau mempersulit identifikasi awal.
Polisi kini fokus mengurai motif kejahatan, apakah dipicu konflik pribadi, ekonomi, atau faktor lainnya.
Warga Diminta Tidak Berspekulasi
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi. Jika ada informasi yang relevan, silakan disampaikan kepada pihak kepolisian,” ujar Kapolsek Kapuas IPTU Marianus.
Keamanan di sekitar lokasi kos juga ditingkatkan sementara waktu guna menjaga kondusivitas dan mencegah keresahan warga.
Penyelidikan Berlanjut
Kasus penemuan mayat dalam karung ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian di Sanggau. Tim Satreskrim Polres Sanggau terus melakukan pendalaman, termasuk menelusuri rekam jejak korban dan terduga pelaku.
Polisi memastikan akan mengusut tuntas kasus ini hingga pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Perkembangan terbaru akan disampaikan kepada publik setelah penyidikan menunjukkan hasil signifikan.
Baca Juga : Polres Ketapang Gelar Doa Bersama Sambut 2026
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : dailyinfo

