Operasi SAR Memasuki Hari Keenam
Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Putri Sakinah pada hari keenam, Rabu, 31 Desember 2025. Hingga sore hari, upaya pencarian di perairan sekitar Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih belum membuahkan hasil.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian perairan, Basarnas, TNI AL, hingga relawan, dengan dukungan peralatan teknologi bawah laut. Meski cuaca relatif mendukung dan strategi pencarian diperluas, korban belum juga ditemukan.
Situasi ini menambah keprihatinan, mengingat hari keenam pencarian biasanya menjadi fase krusial dalam operasi SAR laut, di mana kemungkinan korban ditemukan mulai menurun akibat faktor arus laut dan kondisi alam.
Apel Konsolidasi dan Penentuan Titik Pencarian
Kegiatan SAR diawali pukul 07.00 Wita dengan apel konsolidasi dan briefing di Pos Padar Utara. Dalam apel tersebut, seluruh unsur SAR mengevaluasi hasil pencarian hari sebelumnya serta menetapkan strategi baru untuk memperluas area pencarian.
Tim SAR dari Ditpolairud Polda NTT kemudian bergerak menuju titik pencarian sejauh 1,7 mil laut dari posko utama. Lokasi pencarian difokuskan pada koordinat 08°38.015′ Lintang Selatan – 119°36.579′ Bujur Timur, yang diduga sebagai area terakhir keberadaan kapal sebelum tenggelam.
Penyisiran awal dilakukan menggunakan sistem sonar untuk mendeteksi objek mencurigakan di dasar laut, sekaligus memastikan kemungkinan bangkai kapal atau korban yang terjebak di sekitar perairan tersebut.
Penyelaman dan Snorkeling Intensif
Sekitar pukul 09.00 Wita, tim melaksanakan snorkeling menggunakan seabob di koordinat 08°38.085′ LS – 119°36.367′ BT. Metode ini dipilih untuk menjangkau area yang relatif dangkal namun sulit diakses oleh kapal.
Penyelaman lanjutan dilakukan pada pukul 10.10 Wita oleh personel selam Polairud, Ipda Joel Bolang dan Aiptu Rahman Bao, di titik 08°38.039′ LS – 119°36.548′ BT. Dengan visibilitas bawah laut yang terbatas dan kontur dasar laut berbatu, penyelaman ini menuntut kehati-hatian tinggi.
Namun hingga penyelaman tersebut selesai, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun bagian kapal.
Penguatan Personel dan Peralatan Tambahan
Upaya pencarian terus ditingkatkan. Pada pukul 10.20 Wita, Tim SAR Gabungan kembali melakukan snorkeling menggunakan seabob di koordinat 08°37.767′ LS – 119°36.516′ BT. Penyisiran diperluas ke arah perairan Batu Payung yang memiliki karakteristik arus cukup kuat.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda NTT bergerak dari Pelabuhan Marina menggunakan KPC 2007 menuju lokasi pencarian. Kehadiran pimpinan ini sekaligus membawa tambahan peralatan sonar guna memperkuat deteksi bawah laut.
Pada pukul 11.27 Wita, rombongan Dirpolairud tiba di perairan Batu Payung, Pulau Padar. Ia langsung memimpin jalannya operasi pencarian dan menyerahkan peralatan SAR tambahan kepada tim selam untuk memperluas cakupan penyisiran hingga radius sekitar dua mil laut.
Pemanfaatan Drone Bawah Laut
Memasuki siang hingga sore hari, Tim SAR Gabungan memaksimalkan teknologi pencarian bawah laut dengan menurunkan drone underwater jenis SRV-8MS. Drone ini mampu menjangkau kedalaman tertentu dengan visualisasi kamera real-time.
Drone pertama diturunkan pada pukul 14.00 Wita, disusul pengoperasian kedua pada pukul 15.00 Wita. Area pemantauan difokuskan pada titik-titik yang terdeteksi sonar memiliki kontur mencurigakan.
Penyelaman kedua kembali dilakukan pada pukul 15.25 Wita untuk memastikan hasil pemantauan drone. Namun hingga seluruh rangkaian kegiatan SAR hari keenam selesai, hasil pencarian masih nihil.
Tantangan Alam dan Evaluasi Strategi
Kondisi perairan di sekitar Pulau Padar dikenal memiliki arus laut yang dinamis serta kontur dasar laut berbatu dan curam. Faktor ini menjadi tantangan utama dalam proses pencarian korban kapal tenggelam.
Selain itu, perubahan arus dan pasang surut laut berpotensi menggeser posisi korban dari titik awal tenggelamnya kapal. Oleh karena itu, tim SAR melakukan evaluasi harian untuk menyesuaikan pola pencarian dengan data arus laut dan cuaca terkini.
Harapan Keluarga dan Kelanjutan Operasi
Meski hingga hari keenam belum membuahkan hasil, Tim SAR Gabungan menegaskan operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur dan batas waktu yang ditetapkan. Koordinasi lintas instansi tetap diperkuat agar setiap potensi temuan dapat segera ditindaklanjuti.
Pihak keluarga korban masih berharap besar agar pencarian membuahkan hasil, sekaligus memohon doa dari masyarakat luas. Operasi SAR KM Putri Sakinah kini menjadi perhatian publik, terutama terkait keselamatan pelayaran di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga : Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Awal 2026
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : rumahjurnal

