Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah penyelesaian pembangunan gedung lembaga legislatif dan yudikatif agar dapat rampung pada tahun 2028. Target ini dipandang strategis karena berkaitan langsung dengan kesiapan tata kelola pemerintahan dan pemindahan fungsi-fungsi kenegaraan secara bertahap ke ibu kota baru.
Penekanan tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada awak media usai agenda Presiden di SMA Taruna Nusantara, Malang. Menurut Prasetyo, sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada pembangunan fasilitas yang akan digunakan oleh lembaga legislatif dan yudikatif sebagai pilar utama negara hukum dan demokrasi.
Gedung Negara sebagai Simbol Kedaulatan
Pembangunan gedung legislatif dan yudikatif di IKN bukan sekadar proyek fisik. Keberadaan gedung-gedung ini dipandang sebagai simbol kedaulatan negara, kesinambungan demokrasi, serta penegasan bahwa pusat pengambilan keputusan nasional secara bertahap akan berpindah dari Jakarta ke Nusantara.
Gedung legislatif akan menjadi tempat beroperasinya DPR dan DPD, sementara gedung yudikatif dirancang untuk menampung lembaga-lembaga peradilan strategis. Dengan target rampung pada 2028, pemerintah berharap transisi kelembagaan dapat dilakukan lebih terencana dan tidak tergesa-gesa, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur pendukung seperti akses transportasi, hunian aparatur negara, dan sistem keamanan.
Rapat Terbatas dan Update Progres
Penekanan Presiden tersebut muncul setelah digelarnya rapat terbatas yang membahas perkembangan terbaru pembangunan IKN. Rapat ini dihadiri sejumlah menteri terkait, termasuk Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.
Dalam rapat tersebut, Basuki Hadimuljono memaparkan capaian fisik dan tantangan lapangan yang masih dihadapi, mulai dari percepatan konstruksi hingga sinkronisasi antarproyek. Presiden disebut meminta agar setiap kementerian dan lembaga memastikan koordinasi berjalan optimal, sehingga target penyelesaian 2028 dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas bangunan maupun aspek keberlanjutan lingkungan.
Alasan Penting Target 2028
Target penyelesaian gedung legislatif dan yudikatif pada 2028 dinilai memiliki beberapa pertimbangan strategis. Pertama, tahun tersebut berada di tengah periode pemerintahan Presiden Prabowo, sehingga memungkinkan pengawalan langsung terhadap operasional awal lembaga negara di IKN. Kedua, target ini memberikan waktu transisi yang cukup bagi aparatur negara, anggota legislatif, dan insan peradilan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru.
Selain itu, penyelesaian dua kompleks gedung ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik dan investor terhadap keseriusan pemerintah dalam membangun IKN sebagai pusat pemerintahan baru yang berfungsi penuh, bukan sekadar simbol politik.
Tantangan Pembangunan IKN
Meski progres pembangunan terus berjalan, tantangan tetap ada. Faktor geografis Kalimantan Timur, kebutuhan logistik, serta kesiapan sumber daya manusia menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan secara paralel. Pemerintah juga harus memastikan bahwa pembangunan tidak menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang merugikan masyarakat sekitar.
Dalam konteks ini, Presiden Prabowo disebut berulang kali menekankan pentingnya prinsip pembangunan berkelanjutan. IKN dirancang bukan hanya sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai kota hijau dengan tata ruang yang mengedepankan keseimbangan antara manusia dan alam.
Dampak terhadap Jakarta dan Daerah
Percepatan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif di IKN juga membawa implikasi terhadap Jakarta sebagai ibu kota lama. Pemerintah menegaskan bahwa pemindahan ibu kota tidak berarti meninggalkan Jakarta, melainkan mendefinisikan ulang perannya sebagai pusat ekonomi dan bisnis. Dengan demikian, Jakarta dan IKN diharapkan dapat tumbuh saling melengkapi.
Bagi daerah-daerah lain, pembangunan IKN diproyeksikan menjadi motor pemerataan pembangunan nasional. Arus investasi, pembangunan infrastruktur, dan pembukaan lapangan kerja di Kalimantan diharapkan berdampak positif bagi perekonomian regional maupun nasional.
Komitmen Politik Pemerintah
Penekanan Presiden Prabowo terhadap target 2028 menunjukkan bahwa pembangunan IKN tetap menjadi agenda prioritas nasional. Di tengah berbagai tantangan global dan domestik, pemerintah ingin memastikan bahwa proyek strategis ini tidak mengalami stagnasi.
Dengan rampungnya gedung legislatif dan yudikatif sesuai target, pemerintah berharap IKN Nusantara dapat mulai menjalankan fungsi pemerintahan secara lebih utuh, sekaligus menjadi simbol transformasi Indonesia menuju tata kelola negara yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Ke depan, publik akan terus menanti realisasi janji tersebut. Tahun 2028 bukan hanya menjadi penanda waktu penyelesaian bangunan, tetapi juga momentum penting dalam sejarah pemindahan ibu kota dan arah baru pembangunan Indonesia.
Baca Juga : Ganjar Tegaskan PDIP Dukung Pilkada Dipilih Rakyat
Cek Juga Artikel Dari Platform : ketapangnews

