museros.site Konsep pendidikan yang diterapkan Yayasan Islam dan Dakwah Al Fatih menarik perhatian Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Dalam sebuah kunjungan resmi pada peringatan Hari Guru Nasional sekaligus peresmian Masjid Ummi Tasiyah, Rico Waas memberikan apresiasi mendalam terhadap pembinaan karakter disiplin yang diterapkan di SMP dan SMA Al Fatih.
Menurutnya, pembina yayasan dan para guru telah berhasil membangun suasana pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Ia menyebut disiplin para siswa sebagai bukti nyata keberhasilan metode pendidikan yang diterapkan.
Disiplin Siswa Menjadi Sorotan Utama
Rico Waas mengaku tertegun melihat para siswa menunjukkan sikap tertib, rapi, serta penuh rasa hormat ketika mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, kedisiplinan bukan sesuatu yang hadir secara tiba-tiba. Disiplin adalah hasil dari pembelajaran panjang yang melibatkan guru, pembina yayasan, serta dukungan lingkungan sekolah.
Ia menilai pola pendidikan seperti ini sangat penting bagi perkembangan karakter remaja. Di zaman yang serba cepat dan penuh tantangan, sekolah harus mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang menanamkan nilai unggulan sejak dini.
“Pembina Yayasan dan para guru telah membuktikan dedikasinya dalam mendidik anak-anak di sini. Ini merupakan torehan sejarah yang baik untuk Kota Medan,” kata Rico Waas. Baginya, dedikasi tersebut layak mendapat apresiasi penuh dari pemerintah kota.
Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan Pemimpin
Dalam arahannya kepada para pelajar, Rico Waas memberikan pesan yang kuat mengenai pentingnya belajar dan menimba ilmu secara tekun. Ia menekankan bahwa masa depan sebuah bangsa berada di tangan generasi muda yang terdidik.
Ia meminta para siswa menjadikan masa remaja sebagai periode untuk memperkaya diri dengan ilmu, pengalaman, dan karakter. Pendidikan formal, menurutnya, hanya menjadi salah satu bagian dari proses itu. Nilai-nilai kesungguhan, kedisiplinan, dan kejujuran justru lebih menentukan arah masa depan seseorang.
“Belajarlah dengan keras. Mudah-mudahan kalian menjadi pemimpin di masa depan,” pesan Rico Waas di hadapan para siswa. Ia berharap peran sekolah seperti Al Fatih terus menguatkan pondasi tersebut.
Peresmian Masjid Ummi Tasiyah sebagai Simbol Dakwah
Dalam agenda kunjungan tersebut, Wali Kota Medan juga meresmikan Masjid Ummi Tasiyah yang berada di lingkungan Yayasan Al Fatih. Peresmian dilakukan melalui pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Rico Waas.
Masjid ini tidak hanya dibangun sebagai sarana ibadah. Sekolah berharap masjid tersebut menjadi pusat dakwah yang aktif, tempat pembinaan akhlak, serta ruang penyebaran nilai keislaman bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
Rico Waas menilai kehadiran masjid di lingkungan sekolah akan memperkuat pendidikan karakter. Masjid dapat menjadi pusat kegiatan spiritual yang membangun etika, moral, dan solidaritas antarsiswa. Menurutnya, integrasi pendidikan umum dengan pendidikan spiritual membuat kualitas lulusan lebih seimbang dan berdaya saing.
Ucapan Terima Kasih dari Pihak Yayasan
Pembina Yayasan Islam dan Dakwah Al Fatih, Buya H. Tasimin, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Medan. Ia merasa terhormat karena pemerintah kota memberi perhatian besar terhadap perkembangan pendidikan di sekolah tersebut.
Buya Tasimin berharap masjid yang baru diresmikan itu menjadi tempat yang produktif dalam menebarkan dakwah, serta membantu memperkuat nilai-nilai keislaman di kalangan siswa. Baginya, pembangunan masjid adalah langkah besar untuk menanamkan rasa cinta terhadap agama sejak usia sekolah.
Ia menambahkan bahwa pendidikan di Al Fatih berupaya menggabungkan kedisiplinan modern dengan nilai moral yang bersumber dari ajaran agama. Integrasi ini menjadi dasar pembentukan karakter yang diharapkan dapat melahirkan generasi berilmu sekaligus berakhlak mulia.
Al Fatih sebagai Contoh Konsep Pendidikan Berkarakter
Yayasan Islam dan Dakwah Al Fatih selama ini dikenal mengedepankan pendidikan berbasis kedisiplinan dan nilai dakwah. Guru-guru di sekolah tersebut memadukan metode belajar formal dengan pembinaan karakter yang kuat.
Model pendidikan seperti ini menjadi perhatian banyak pihak karena selaras dengan kebutuhan zaman. Remaja membutuhkan lingkungan belajar yang aman, terarah, dan penuh keteladanan.
Melalui konsep ini, sekolah berharap para siswa mampu tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan berintegritas. Nilai-nilai tersebut menjadi modal besar dalam membangun masa depan.
Harapan Pemerintah terhadap Peran Sekolah
Pemerintah Kota Medan berharap sekolah-sekolah terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Kehadiran Wali Kota dalam kegiatan ini menjadi simbol dukungan untuk dunia pendidikan yang terus berkembang.
Rico Waas menyatakan bahwa sekolah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik. Sekolah juga mempunyai tanggung jawab membentuk karakter generasi muda agar siap menghadapi tantangan global. Peran guru dan pembina yayasan sangat menentukan arah pembentukan karakter tersebut.
Kesimpulan: Pendidikan Disiplin, Dakwah, dan Karakter untuk Masa Depan
Kunjungan Wali Kota Medan ke Yayasan Al Fatih tidak hanya memperlihatkan apresiasi terhadap konsep pendidikan sekolah tersebut. Lebih dari itu, kunjungan ini menegaskan bahwa masa depan kota dan bangsa terletak pada generasi muda yang disiplin dan berkarakter kuat.
Dengan diresmikannya Masjid Ummi Tasiyah dan diperkuatnya konsep pendidikan berbasis nilai keislaman, Al Fatih diharapkan terus mencetak siswa berprestasi yang siap menjadi pemimpin di masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform olahraga.online
