museros.site Kebijakan pengupahan kembali menjadi sorotan di Medan setelah Dewan Pengupahan Kota secara resmi mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kota untuk tahun 2026. Usulan tersebut menetapkan kenaikan sebesar delapan persen dari UMK sebelumnya. Dengan skema ini, UMK Medan yang semula berada di angka Rp4.014.072 diusulkan meningkat menjadi Rp4.335.198.
Usulan ini muncul dari hasil pembahasan intensif yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah kota menilai bahwa penyesuaian upah merupakan langkah penting untuk menjaga daya beli pekerja sekaligus merespons dinamika ekonomi yang terus berkembang. Kenaikan UMK juga diharapkan menjadi sinyal positif bagi stabilitas hubungan industrial di Kota Medan.
Peran Dewan Pengupahan dalam Penentuan UMK
Proses penentuan UMK dilakukan melalui mekanisme Dewan Pengupahan Kota Medan. Forum ini terdiri dari perwakilan pemerintah, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha. Setiap unsur menyampaikan pandangan dan kepentingannya untuk mencapai kesepakatan yang seimbang.
Melalui diskusi yang komprehensif, Dewan Pengupahan mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi. Di antaranya adalah inflasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta kebutuhan hidup layak pekerja. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan kebijakan yang adil dan dapat diterima oleh semua pihak.
Wali Kota Medan Tekankan Kesejahteraan Pekerja
Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa usulan kenaikan UMK merupakan upaya pemerintah kota dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja. Menurutnya, upah yang layak menjadi fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat pekerja.
Rico menegaskan bahwa kesejahteraan buruh tidak dapat dipisahkan dari produktivitas. Pekerja yang sejahtera diyakini akan bekerja lebih optimal dan berkontribusi positif terhadap kinerja perusahaan. Oleh karena itu, kebijakan pengupahan harus dirancang agar mendorong semangat kerja dan stabilitas ekonomi.
UMSK Juga Diusulkan Mengalami Penyesuaian
Selain UMK, rapat Dewan Pengupahan juga mengusulkan penyesuaian Upah Minimum Sektoral Kota. Kenaikan UMSK diusulkan berada pada rentang lima hingga sembilan persen, dengan nilai berkisar antara Rp4,37 juta hingga Rp4,50 juta. Penyesuaian sektoral ini mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan masing-masing sektor usaha.
UMSK dinilai penting untuk sektor-sektor tertentu yang memiliki tingkat produktivitas dan risiko kerja lebih tinggi. Dengan adanya penyesuaian sektoral, diharapkan sistem pengupahan menjadi lebih proporsional dan adil.
Menjaga Keseimbangan Dunia Usaha dan Pekerja
Pemerintah Kota Medan menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan pekerja dan dunia usaha. Kenaikan upah harus tetap memperhatikan kemampuan perusahaan agar tidak mengganggu keberlangsungan usaha, khususnya bagi sektor padat karya.
Rico Waas menyampaikan bahwa geliat ekonomi kota sangat bergantung pada keberlangsungan usaha. Perusahaan yang produktif akan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Dengan demikian, kebijakan UMK diharapkan tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi kota secara keseluruhan.
Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi
Usulan kenaikan UMK dan UMSK tersebut akan disampaikan ke tingkat provinsi untuk ditetapkan melalui keputusan gubernur. Pemerintah Kota Medan berkomitmen melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara agar proses penetapan berjalan lancar.
Koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh tahapan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pemerintah kota berharap proses penetapan dapat berlangsung kondusif tanpa menimbulkan polemik yang berkepanjangan.
Harmonisasi Hubungan Industrial
Rico Waas juga menekankan pentingnya harmonisasi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha. Ia meyakini bahwa angka yang diusulkan telah melalui perhitungan matang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan komunikasi yang baik, potensi konflik dapat diminimalkan.
Hubungan industrial yang harmonis dinilai sebagai kunci keberlanjutan ekonomi. Ketika pekerja merasa dilindungi dan pengusaha merasa diperhatikan, iklim usaha akan lebih kondusif. Kondisi ini penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap Kota Medan.
Dampak terhadap Investasi dan PAD
Pemerintah Kota Medan optimistis bahwa kebijakan pengupahan yang seimbang akan berdampak positif pada investasi. Kenaikan UMK yang terukur diharapkan tidak menghambat masuknya investasi baru, baik skala menengah maupun besar.
Dengan meningkatnya investasi, aktivitas ekonomi akan tumbuh dan berkontribusi pada peningkatan PAD. Pemerintah kota menilai bahwa kebijakan UMK harus sejalan dengan strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.
UMK sebagai Jaring Pengaman Pekerja Baru
UMK berlaku sebagai upah minimum bagi pekerja dengan masa kerja tertentu. Bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari satu tahun, perusahaan diwajibkan menyusun struktur dan skala upah. Kebijakan ini mendorong sistem pengupahan yang lebih adil berdasarkan kinerja dan kompetensi.
Dengan demikian, UMK menjadi jaring pengaman dasar, sementara sistem pengupahan lanjutan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah berharap perusahaan dapat mematuhi ketentuan ini secara konsisten.
Harapan bagi Ekonomi Kota Medan
Pemerintah Kota Medan berharap usulan kenaikan UMK 2026 dapat memberikan manfaat nyata. Kesejahteraan pekerja diharapkan meningkat, produktivitas usaha terjaga, dan iklim investasi tetap kondusif. Sinergi antara seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.
Dengan pengelolaan yang tepat, kebijakan pengupahan dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kota Medan diharapkan terus berkembang sebagai pusat ekonomi regional yang berdaya saing dan berkeadilan.

Cek Juga Artikel Dari Platform seputardigital.web.id
