museros.site Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga dalam sebuah kuliah umum yang digelar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama tentang kontribusi nyata perempuan dalam menopang ekonomi keluarga, terutama mereka yang bekerja di sektor informal.
Kuliah umum tersebut tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membawa pesan sosial yang kuat. Perempuan diposisikan sebagai subjek pembangunan yang memiliki peran strategis, baik di ranah domestik maupun publik. Melalui forum ini, mahasiswa dan civitas akademika diajak melihat realitas sosial secara lebih dekat.
Perhatian Khusus bagi Perempuan Pekerja Informal
Dalam paparannya, Idah Syahidah Rusli Habibie menaruh perhatian besar pada perempuan yang menjadi pencari nafkah utama. Ia menyoroti perempuan yang bekerja di sektor informal dan profesi yang selama ini identik dengan laki-laki. Menurutnya, perempuan-perempuan ini kerap luput dari perhatian, padahal kontribusinya sangat besar bagi keberlangsungan keluarga.
Perempuan pengemudi ojek daring, pengemudi bentor, hingga pekerja harian seperti tukang cuci menjadi contoh nyata. Mereka menjalani pekerjaan berat dengan risiko tinggi demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Idah menilai, ketangguhan mereka adalah potret nyata perjuangan perempuan masa kini.
Penghargaan sebagai Bentuk Pengakuan
Kuliah umum ini dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada perempuan-perempuan tangguh penopang ekonomi keluarga. Sebanyak 25 perempuan dihadirkan secara khusus untuk menerima apresiasi. Kehadiran mereka di panggung akademik menjadi simbol pengakuan atas kerja keras yang selama ini sering berjalan dalam senyap.
Idah mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut diusulkan sebagai bentuk empati dan kepedulian. Menurutnya, pengakuan sosial sangat penting untuk membangun kepercayaan diri perempuan pekerja. Penghargaan bukan sekadar simbol, tetapi juga pesan bahwa negara dan institusi pendidikan hadir mengapresiasi perjuangan mereka.
Makna Hari Ibu dalam Perspektif Kemandirian
Peringatan Hari Ibu dalam kegiatan ini dimaknai lebih luas. Tidak hanya sebagai simbol peran domestik, tetapi juga sebagai momentum menegaskan kemandirian dan daya juang perempuan. Idah menilai bahwa makna Hari Ibu harus terus diperluas agar mencerminkan realitas sosial perempuan masa kini.
Perempuan bukan hanya pendamping, tetapi juga aktor utama dalam ekonomi keluarga. Banyak perempuan yang menjadi kepala keluarga atau tulang punggung akibat berbagai kondisi. Oleh karena itu, kebijakan dan perhatian publik perlu diarahkan untuk mendukung peran tersebut secara berkelanjutan.
Perempuan dan Tantangan Ekonomi Keluarga
Dalam konteks ekonomi, perempuan tulang punggung keluarga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Jam kerja panjang, pendapatan tidak menentu, serta keterbatasan akses perlindungan sosial menjadi persoalan yang kerap dihadapi. Kondisi ini menuntut kebijakan yang lebih inklusif dan responsif gender.
Idah menekankan bahwa pemerintah daerah perlu hadir melalui program pemberdayaan. Pelatihan keterampilan, akses permodalan, dan perlindungan sosial menjadi kebutuhan mendesak. Dengan dukungan yang tepat, perempuan pekerja informal dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya secara lebih berkelanjutan.
Peran Kampus dalam Isu Sosial
Kuliah umum ini juga menegaskan peran kampus sebagai ruang dialog sosial. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo dinilai berhasil menghadirkan isu sosial ke dalam ruang akademik. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami realitas masyarakat di sekitarnya.
Kampus memiliki peran strategis dalam membentuk perspektif generasi muda. Dengan menghadirkan perempuan pekerja sebagai bagian dari agenda akademik, mahasiswa diajak membangun empati dan kesadaran sosial. Pendekatan ini diharapkan melahirkan lulusan yang peka terhadap isu keadilan sosial.
Pengakuan Sosial sebagai Penguat Mental
Bagi perempuan penerima penghargaan, pengakuan sosial memiliki dampak psikologis yang besar. Banyak dari mereka bekerja dalam tekanan ekonomi dan stigma sosial. Dengan diapresiasi di ruang publik, mereka merasa perjuangannya diakui dan dihargai.
Idah menilai bahwa penguatan mental ini penting. Ketika perempuan merasa dihargai, mereka akan lebih percaya diri dan termotivasi. Hal ini berdampak positif tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Dorongan untuk Kebijakan Berperspektif Gender
Melalui forum ini, Wakil Gubernur Gorontalo juga mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berperspektif gender. Perempuan tulang punggung keluarga membutuhkan perlindungan dan dukungan khusus. Kebijakan umum sering kali belum sepenuhnya menjangkau kelompok ini.
Idah mengajak semua pihak, termasuk akademisi dan mahasiswa, untuk terus mengawal isu perempuan. Diskusi akademik diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Dengan sinergi antara pemerintah dan kampus, solusi yang lebih komprehensif dapat dirumuskan.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kehadiran perempuan pekerja dalam kuliah umum memberikan inspirasi tersendiri bagi mahasiswa. Mereka melihat langsung contoh ketangguhan dan kemandirian. Kisah nyata tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang kerja keras dan tanggung jawab.
Generasi muda diharapkan dapat memetik nilai perjuangan dan empati. Pendidikan tidak hanya mencetak lulusan cerdas, tetapi juga individu yang memiliki kepedulian sosial. Dengan demikian, kampus menjadi ruang pembentukan karakter yang utuh.
Penutup: Menguatkan Perempuan, Menguatkan Keluarga
Kuliah umum yang menghadirkan Wakil Gubernur Gorontalo ini menegaskan satu pesan penting. Menguatkan perempuan tulang punggung keluarga berarti menguatkan fondasi keluarga dan masyarakat. Perempuan pekerja informal adalah pilar ekonomi yang nyata dan perlu mendapat perhatian serius.
Melalui penghargaan, dialog akademik, dan dorongan kebijakan, peran perempuan diakui secara lebih adil. Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan dapat menghadirkan perubahan perspektif. Perempuan bukan hanya bagian dari cerita pembangunan, tetapi aktor utama yang layak dihargai dan didukung sepenuhnya.

Cek Juga Artikel Dari Platform updatecepat.web.id
