Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan yang terjadi di wilayah utara Gaza Strip. Insiden ini menambah daftar panjang korban sipil di tengah situasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi di beberapa titik pada waktu yang berbeda, termasuk di pusat Kota Gaza dan wilayah sekitarnya. Korban yang jatuh tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak, termasuk seorang balita berusia tiga tahun.
Serangan di Tengah Gencatan Senjata
Peristiwa ini terjadi saat gencatan senjata antara Israel Defense Forces dan Hamas masih berlaku sejak beberapa waktu lalu.
Namun, kedua pihak saling menuduh telah melakukan pelanggaran secara berulang. Kondisi ini membuat situasi di lapangan tetap tidak stabil, meskipun secara formal terdapat kesepakatan untuk menghentikan kekerasan.
Korban di Kota Gaza
Menurut juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, empat orang tewas setelah serangan yang menargetkan sebuah kendaraan polisi di Kota Gaza.
Selain korban jiwa, sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Salah satu korban yang menjadi perhatian adalah seorang anak laki-laki berusia tiga tahun bernama Yahya al-Mallahi.
Jenazah para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa untuk penanganan lebih lanjut. Pihak rumah sakit mengonfirmasi telah menerima beberapa korban dari insiden tersebut.
Serangan di Beberapa Wilayah Lain
Serangan tidak hanya terjadi di pusat kota. Di wilayah Beit Lahia, satu orang dilaporkan tewas akibat serangan terpisah.
Militer Israel mengklaim bahwa mereka menargetkan seorang pria bersenjata yang mendekati posisi pasukan di area tertentu. Namun, belum dapat dipastikan apakah klaim tersebut berkaitan langsung dengan korban di Beit Lahia.
Pada malam hari, serangan kembali terjadi di sekitar kamp pengungsi Al-Shati. Serangan drone dilaporkan menembakkan rudal ke arah kerumunan warga, menyebabkan lima orang tewas di lokasi.
Situasi yang Terus Memburuk
Rangkaian serangan ini menunjukkan bahwa situasi di Gaza masih sangat rentan terhadap eskalasi kekerasan. Meskipun terdapat upaya gencatan senjata, insiden di lapangan terus terjadi dan menimbulkan korban sipil.
Peristiwa ini juga menyoroti risiko besar yang dihadapi warga sipil, terutama di wilayah padat penduduk seperti Gaza. Dalam kondisi seperti ini, perlindungan terhadap warga sipil menjadi isu yang semakin mendesak untuk diperhatikan oleh komunitas internasional.
Baca Juga : Kasus Pelecehan di FH UI Ini Jenis dan Sanksi UU TPKS
Cek Juga Artikel Dari Platform : gilabola

